Kegundahan Calon Ibu: Cacar dan Rhesus Negatif

Bukan tak bersyukur bila saya menuturkan hal-hal tak nyaman sebagai calon ibu. Syukur amat sangat pada Sang Pencipta, Ia anugerahkan calon bayi kepada kami.

Gambar

Tak berapa lama setelah pernikahan yang itungannya rada terlambat (hehe), alhamdulillah saya tak lagi datang bulan. Pas periksa ke dokter pertama kali, 30 Juli 2013, dr. Ramadhina, SpOG di sebuah rumah sakit kala itu memperkirakan usia embrio sudah lima minggu. Senang? Tentu.

Kebahagiaan yang saya rasakan tidaklah mulus. Ada kerikil-kerikil kegelisahan, terutama sekembalinya kami dari kampung halaman suami di Bengkulu sana, usai Idul Fitri 1434 Hijriah. Badan rasanya capek banget, nggreges yang saya kira masuk angin parah. Sampai akhirnya pada Kamis (16/8/2013), saya cukup syok menemukan ada lenting/gelembung berisi cairan bening di kulit bagian perut! Waduh, cacar air nih. Hal yang saya takutkan sejak remaja terjadilah saat saya mengandung calon bayi pertama. MasyaAllah, astaghfirullah … Sedari SMA saya dan teman sekelas sudah tahu bahayanya cacar air bagi ibu hamil (semoga kekhawatiran saya keliru, semoga Allah melindung janin kami, semoga ia baik2 saja). Berharap cacar itu tak menyebar dan parah, saya ikuti saran teman untuk minum air kelapa hijau. Besoknya, ternyata cacar itu bertambah di tangan, juga pinggang. Karena dokter yang kemarin sedang tidak praktik, maka saya ke dokter umum di klinik dekat tempat tinggal di Kemanggisan, Jakarta Barat. Dokter muda itu memberikan tablet acyclovir guna menekan perkembangan virus varicella. Alhamdulillah, memang tak terlampau menyebar. Tapi tetap saja khawatir. Ada yang mengganjal rasanya kalau belum cek ke dokter kandungan.

Setelah sempat jengkel pada suami yang terkesan tak mengupayakan ke dokter spesialis — belakangan saya baru tahu kalau dia keliling mencari dokter obsgyn yang buka praktik (maaf ya!), Senin (19/8/2013) kami ke sebuah rumah sakit di Permata Hijau. Pertimbangannya cuma karena dekat rumah. Antre cukup lama, karena dokternya (untung pas dokter perempuan lagi) sedang ada tindakan CITO (operasi Caesar). Nyaris tiga jam, akhirnya berkesempatan juga tatap muka dengan dokter itu. Ramah sih, tapi tarifnya mahal bagi kami. Maunya konsultasi saja, jadinya print USG segala. Sudah itu, dokter kasih saran untuk tes darah, setelah ada hasilnya baru ketemu dia lagi. “Virus varicella tak berbahaya untuk ibu hamil dan janin, yang dikhawatirkan kalau ada sertaan virus-virus lain,” kira-kira begitu kata si dokter.

Ke laboratorium, kaget juga lihat ‘angka’ tes darah lengkap, gula darah sewaktu dan TORCH (Toxo, campak jerman, herpes dll). Rp3, … juta. Hmmm, cari tempat lain saja, lain kali tes darahnya. Kami pun ke kasir untuk membayar obat (penguat) dan print USG itu. Lumayan, Rp700 ribu dan yang ditanggung asuransi kantor hanya Rp90 ribu! (Habis untuk periksa pertama di RS MMA, bilangan Cikini). Timbang-timbang, cari info beberapa laboratorium, tes TORCH tarifnya masih tinggi juga. Yo wis lah, bayar kesulitanmu dengan sedekah! Saya coba praktikkan ini dan belajar berserah.

Soal cacar dan kekhawatiran virus sertaan mereda. Tiba-tiba menyeruak kecemasan baru. Misteri apa lagi ini? Adakah Ia melatih kesabaran, menguatkan, atau menguji? Semoga bukan menghukum ya (khusnudzon es!). Tentang apa? Tentang tipe darah langka: Rhesus negatif (Rh-). Konon, menurut sumber www.rhesusnegatifindonesia.com, di Asia hanya 1%, Indonesia 0,5%. Mayoritas yang berdarah Rh- adalah orang kulit putih, namun entah mengapa saya yang tak putih dan tak mancung ini (baca: mblesek) kok Rh- juga. Apapun wajib disyukuri, ya kan … Apa itu Rh- dan apa dampaknya bagi kesehatan (terutama ibu hamil dan janin), bersambung di unggahan berikutnya ya!

Iklan

2 responses to “Kegundahan Calon Ibu: Cacar dan Rhesus Negatif

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s